Lama gak posting jadi pengen ngeblog lagi. Emang sih blog ini akhirnya jadi gak asik :D jadi keliatan aneh. Tapi begitu semua urusan beres, kerinduan akan blog jadi menggoda imanku. Akhirnya aku putuskan untuk aktif lagi ngurusin blog jelekku ini :p kekekekek...
Kemaren bulan Desember aku married, dan setelah itu banyak kepentingan - kepentingan tak terduga menghampiri hidupku. Selang 1 bulan berikutnya istriku mengandung bakal anakku yang pertama. Seneng campur pusiiiing...:$,but is oke.. no problem lah. Dan pastinya hari - hari selanjutnya merepotkan sampai ngurusi blog pun aku tak sempat. Tapi jujur aku seneng banget karena akan menjadi seorang ayah.
Sampai pertengahan Ramadhan 2008 kemaren anakku lahir dengan sehat dan selamat, tepatnya tanggal 15 September 2008. Dia seorang laki - laki yang kuberi nama AZKA RAMADHAN SATRIA SANDHIKA.
Wahh..wah...jadi ngelantur yaa.. kembali ke laptopppp :z ...ehh kembali ke Blog!!!
Akhirnya aku aktif lagi Insya Allah bisa terusan. Sebagai pemanasan, aku coba ganti tampilan blog ini dulu dengan mengganti Templatenya. Lalu tambah sana sini dan taraaatt.... jadi dehh!! Bahkan aku juga nyempetin bikin Blog lagi buat tambahan beli susu anakku..kekekekek...:O. Semoga bisa jalan lahh.. Blog ini tempat aku jualan Kerajinan Bubut Jati asli Blora.
Udahan dulu ahh...besok lanjut lagi :p wkwkwkwkwk
Kangen Ngeblog Lagee...
Posted by : Plat-KE.online on Senin, 08 Desember 2008 | Label: celotehan | 0 Comments
Krisis Energi Vs Krisis Pangan
Diam – diam saat ini sedang berkecamuk perang dahsyat antara enegi dan pangan. Ibarat lingkaran setan tak berujung, krisis enegi dan pangan terus menghantui dunia. Bagaimana tidak, banyak orang pintar yang dengan kreatifnya mengatasi krisis energi dengan membuat sumber – sumber energi alternative yang berbahan baku dari produk pangan. Seperti energi dari kedelai, ubi, singkong, gandum dll.
Sumber pangan pokok manusia di seantero jagad itu dialih fungsikan menjadi sumber energi alternative. Dampaknya, tentu saja rawan krisis pangan. Harga pangan melambung akibat kelangkaan.
Kedelai misalnya, tembus hingga Rp. 7.500/kg dari Rp. 3.450/kg. Maka jangan heran kalau bangsa ini justru bangga disebut “Bangsa tempe” atau dijuluki “bermental tempe”. Karena, toh, tempe saat ini termasuk barang mewah. Apalagi bahan bakunya pun impor dari negeri Paman Sam. Dan usut punya usut, mahalnya harga kedelai terjadi akibat pengalihan minyak mentah dengan biofuel oleh AS.
Di sisi lain, krisis energi memicu kelangkaan bahan bakar yang banyak dibutuhkan oleh industri pangan. Petani butuh solar untuk traktornya, Nelayan butuh bahan bakar untuk melaut. Pabrik pengolahan makanan butuh “pelicin” agar mesinnya bekerja. Nah…kalau BBM kemudian langka dan mahal, maka produksi pangan pun terseok – seok hingga mengancam kelangsungan hidup umat manusia.
Organisasi Kerja Sama Ekonomi Pembangunan (OECD) dan Organisasi Pangan Dunia (FAO) memprediksikan, 1 dasawarsa ke depan (2007 - 2016), bakal terjadi perubahan struktur dasar perdagangan komoditas pertanian secara permanent. Perubahan struktur ini akan mengimbas pada pergeseran pola konsumsi produk pertanian dunia.
Perubahan pola konsumsi produk serealia akibat terus meningkatnya permintaan kebutuhan bahan bakar alternative dalam bentuk etanol dan biodiesel, mau tidak mau berpengaruh terhadap komoditas pertanian, seperti beras, jagung, gandum, dan kedelai, baik produksi maupun harganya.
Kondisi ini tak dapat dilepaskan dari situasi perpolitikan dan perekonomian dunia, terutama AS. AS yang menyumbang sekitar 30 % dari produk domestic bruto dunia harus diakui masih merupakan perekonomian terbesar, sekaligus juga pusat keuangan dunia. Dengan demikian, analogi “AS bersin, seluruh dunia ikut demam” masih berlaku.
AS berusaha “menyelamatkan” diri dari kebangkrutan, dengan merekayasa harga minyak dunia. Selama ini, AS menguasai minyak dari hulu sampai hilir. Mulai dari perdagangan, teknologi eksplorasi, produk derivate bahkan modal. Walhasil kenaikan harga minyak dunia mampu menggelembungkan anggaran belanja AS yang sedang sekarat.
Di sisi lain, dunia pun sedang gencar merekayasa program pengembangan bahan bakar nabati (BBN), yang bersumber dari bahan pangan. Brazil misalnya telah mengkonversi 50 % tebunya untuk menghasilkan etanol. AS memproduksi besar – besaran etanol sekitar 23 % dari produksi jagung. Eropa memperkirakan produksi etanol sebanyak 15 miliar liter pada 2016.
Tingginya kebutuhan jagung, gandum, minyak nabati, tebu dan kedelai, menyebabkan berlakunya hokum ekonomi bagi petani. Komoditas yang paling banyak memberikan keuntungan akan diserbu, sedangkan komonitas lain kurang diminati. Akibatnya akan terjadi tarik menarik antara Food for food or Food for fuel. Lantas bagaimana seharusnya????
Posted by : Plat-KE.online on Minggu, 27 Juli 2008 | Label: paradigma | 1 Comments
Alur Musik Sekarang Aneh....
Kalo kita amati perkembangan dunia musik tanah air sekarang ini benar - benar aneh. Mengapa mereka Group Band katakanlah berlevel tinggi dengan skill musikalitas mereka yang tidak diragukan lagi, justru tidak laku di pasar musik tanah air?? Malah mereka yang biasa - biasa saja justru laku di pasaran dengan nilai jual yang tinggi... Apakah selera musik masyarakat Indonesia sekarang ini benar - benar berubah??
Ambil contoh saja Kangen Band. Band asal Lampung ini awal kemunculannya benar - benar kontroversial. Banyak yang mencemooh. Tapi kenyataannya... lagu - lagu mereka merakyat dan banyak direquest di radio - radio tanah air.
Sedang para senior mereka yang berlevel tinggi sebut saja PADI, mereka justru malah terpuruk.
Memang di akui dari segi fans mereka tetap kuat. Mereka yang benar - benar jatuh cinta dengan misik PADI takkan bisa lari begitu saja.
Lalu bagaimana dengan kondisi musik tanah air?? Akankah terus seperti ini terus mengejar selera pasar?? Kapan musik tanah air akan maju seperti negara barat??
Posted by : Plat-KE.online on Selasa, 08 Juli 2008 | Label: musik | 0 Comments
2 Bulan Ini PNS Dan Pensiunan Terima Gaji 4 Kali
Bener - bener uenak tenan jadi mereka. Selama 2 bulan berturut - turut terima gaji 4 kali. Padahal dibalik itu semua harga barang - barang pokok jadi mbuntut naik. Terus gimana nasip orang - orang kecil diluar PNS????? Kasian tambah kere aja. Gimana ngga... pasti hidup mereka dipenuhi tradisi "gali lubang tutup lubang".
Seharusnya pemerintah jangan hanya memperdulikan PNS saja donk. Yang swasta juga lah... Kalo cuma BLT itu bukan cara. Bila dikaji lebih dalam, BLT malah mengajari rakyat kecil jadi pengemis. Gimana ngga... yang mereka tau hanyalah dapat dan menerima. Sepertinya lapangan pekerjaan itu lebih tepat. Jelas angka pengangguran akan lebih berkurang dan rakyat akan lebih kreatif dan produktif.
Kembali ke awal cerita... jelas semua itu akan membuat para PNS terlarut dan terbuai. Dengan kerja yang asal jadi saja mereka sudah terima gaji yang besar. Kenapa harus susah - susah kerja serius???!!! Wah.. jadi ngga "profesional" donk......
Posted by : Plat-KE.online on Selasa, 24 Juni 2008 | Label: celotehan | 0 Comments