Subkultur rocker hadir karena faktor-faktor berikut:
- Pemberian jatah pasca perang di Inggris.
- Naiknya tingkat kemakmuran pemuda-pemuda kelas pekerja.
- Tersedianya pinjaman dana (kredit&financing) untuk kaum muda.
- Pengaruh dari musik dan film populer seperti The Wild One.
- Dibangunnya jalan-jalan yang bisa dijadikan race-track seperti ring roads di Inggris.
- Pembangunan transport cafe.
Semua faktor ini berkolaborasi dengan puncak kejayaan industri sepeda motor Inggris.
Rocker bukan saja trend fashion dan musik motoris pertama, tetapi gaya mereka merupakan kebutuhan dan kepraktisan. Mereka umumnya mereka berkendara dengan helm haf-face klasik, aviator goggles, dengan celana Levis 501 atau 505 yang simpel, atau juga celana kulit. Celana panjang tadi dipadukan dengan riding boots tinggi, kaos dan kemeja tipe daddy-o dilapis dengan jaket kulit yang penuh dekorasi seperti kancing-kancing, bordiran dan pin. Bordiran yang cukup populer adalah bordir tanda keanggotaan 59 Club of England, sebuah organisasi pemuda berlatar gereja yang kemudian bertransformasi menjadi club cafe racer dengan anggota di seluruh dunia.
Di sumber lain disebutkan:
Rockers adalah geng motor Hell's Angels versi Inggris. Menganut paham anti-authority, dan menggambarkan "easy rider nomadic romaticism". Tampilan Rockers cenderung terlihat lusuh, maskulin dan memiliki image badboy.
Rocker sebenarnya berasal dari kelas pekerja dan tidak terlalu mempedulikan fashion. Mereka memiliki gaya rambut yang sama, shaggy dengan dengan sedikit klimis (wetlook dari gel/minyak rambut). Tempat nongkrongnya di Ace Cafe. Mengendarai motor adalah hal yang utama, jadi mereka menjauhi drugs dan alkohol.
THE ROCKERS HISTORY
Posted by : Plat-KE.online on Senin, 24 Oktober 2011 | Label: otomotif, rockers, sejarah | 0 Comments
CAFE RACER HISTORY
Bagaimana cafe-cafe di jalanan Inggris bisa menjadi pusat sebuah subkultur sepeda motor? Mengapa restoran- restoran dan kedai- kedai kecil dan sepi yang tadinya cuma menyajikan makanan ringan berubah jadi tempat ngumpul Rockers dan pacarnya? Dari mana asal nama cafe racer? Dan apa itu Rocker?
Untuk menjelaskan semua ini, saya akan jelaskan 2 hal secara terpisah: Sistem jalanan di Inggris dan kebangkitan youth culture.
Pertama, kita kembali ke tahun-tahun setelah PD I. Inggris telah melewati perang dan suasana kembali normal. Saat itu jalur lalu lintas di Inggris lebih banyak diisi oleh mobil dan sepeda motor. “Kereta tanpa kuda dan sepeda bermesin” tidak lagi dianggap tren baru semata. Dengan naiknya angka lalu lintas maka diciptakan sistem jalan baru di Inggris. Jalan-jalan lama tidak sanggup lagi menampung jumlah mobil dan sepeda motor yang terus meningkat akhirnya di-upgrade dan ditambahkan jalan-jalan baru.
Dengan kembali normalnya industri di Inggris, bisnis pengangkutan dan transportasi tumbuh dengan pesat bersama jalan-jalan baru yang disebut motorways. Bersama industri ini, bermunculanlah cafe-cafe , SPBU, dan tempat-tempat istirahat di sisi jalan yang dikunjungi oleh supir truk dan motoris yang ingin rehat sejenak dalam perjalanannya.
Motorways baru ini membuat para pengantar barang keluar dari jalan-jalan utama dan melintasi Inggris ke kota-kota seperti Manchester dan Birmingham di utara. Motorways di masa ini tidak bisa dibandingkan dengan jalan raya seperti di jaman sekarang. Bentuknya kecil dan sempit, sebagian malah hanya jalan tanah atau jalan setapak yang diperlebar dan diratakan lalu dipasangi rambu-rambu. Tikungan tajam, lajur yang sempit, dan kumpulan ternak yang menyebrang begitu saja, membuat rute-rute ini tidak memungkinkan dilalui dengan kecepatan tinggi. Selain itu, kendaraan pada masa ini juga masih termasuk primitif dibandingkan dengan angkutan jaman sekarang. Beberapa truk kecil hanya dapat melaju dengan kecepatan maksimum 30 mph. Jadi wajar jika para pekerja angkut ini sering berhenti dalam perjalanan mereka. Setiap beberapa mil sepanjang rute yang ditempuh biasanya banyak ditemui tempat pemberhentian. Sebagian besar tempat pemberhentian tersebut merupakan persimpangan menuju kota dan desa yang lebih kecil. Hampir tiap pemberhentian seperti ini dapat ditemukan sebuah café.
Selama bertahun-tahun cafe-cafe dan restaurant ini hanya buka siang hari selama jam kerja. Mereka melayani pengunjung-pengunjung dengan makanan hangat dan secangkir teh panas. Beberapa pemilik café mungkin saja mengulur waktu tutupnya satu atau dua jam untuk mendapatkan pelanggan lebih, tapi tidak ada maksud untuk menjadikannya pusat sosial atau tempat nongkrong. Cafe-café ini hanya sekedar tempat istirahat yang sederhana sepanjang sistem jalan raya baru Inggris.
Faktor penting berikutnya dalam munculnya Cafe racer dan Rocker yaitu bangkitnya Youth Culture, walaupun sebelum PD II, pemahaman mengenai konsep ini masih lemah. Di awal tahun ‘30an, Inggris keluar dari krisis dan para pemudanya telah bekerja kembali. Dengan pekerjaan yang layak, para pemuda ini memiliki uang lebih. Ditambah dengan cukup tingginya angka suplai motor tua, maka hasilnya: dalam waktu singkat para pemuda memenuhi jalanan dengan sepeda motornya. Sebagian sekedar jalan-jalan sore bersama pacarnya, yang lainnya hanya sebatas ingin berkendara dengan tujuan rekreasional.
Seiring bangkitnya Inggris pasca perang, lusinan perusahaan menawarkan berbagai jenis sepeda motor dan part-part-nya. Maka balap motor pun kembali populer. Tidak puas dengan motor standar, maka para pemuda ini mengganti part-partnya dengan yang lebih advance, yang mereka lihat di event-event balap. Bahkan sebagian dari mereka membuat special home made part.
Namun semua ini mendadak terhenti di akhir tahun 30-an, para pemuda ini harus melepas jaket kulitnya dan mengenakan seragam tentara seiring dengan berperangnya Inggris melawan Jerman. Selama PD II pemerintah Inggris mengambil kendali industri sepeda motor untuk kebutuhan perang. Dengan berakhirnya produksi sepeda motor, maka dunia balap dan penggemar sepeda motor pun turut padam. Setelah perang berakhir, dibutuhkan 7 atau delapan tahun untuk kehidupan rakyat Inggris menjadi normal kembali, namun semuanya tak sama lagi seperti sebelumnya.
Beberapa hal terjadi pada awal 50-an dimana semuanya berpadu membangkitkan lagi era cafe racer. Para pemuda di Inggris kembali bekerja dan mempunyai uang lebih. Industri sepeda motor Inggris pun mencapai masa jayanya, dengan banyak dibuatnya sepeda motor hebat seperti Norton Dominator, BSA Gold Star, Triumph Tiger 110 dan Velocette Venom. Sepeda motor ini bukan hanya banyak digunakan dalam balapan di seluruh Inggris, tapi juga banyak dijual di dealer setiap kota. Dan jika anda tidak bisa memperoleh model yang anda sukai, anda bisa mengganti tangki dan spakbornya dan membuatnya lebih oke dengan aksesoris yang anda lihat di The Isle of Man TT atau Silverstone. Dengan berakhirnya perang, maka pemuda dan sepeda motor kembali bergabung.
Mungkin yang menjadi faktor utama dalam terbentuknya kultur Cafe racer atau Rocker adalah booming-nya Youth Culture dan ‘anti-heros’ barunya pada tahun '50-an. Pada saat itu sedang gencarnya vokal Eddie Cochran, Elvis Presley dan Gene Vincent mengalun di radio-radio. Rock-n-Roll telah menjadi ancaman baru bagi masyarakat. Marlon Brando dan rebels lainnya menyemarakkan layar perak dengan jaket kulitnya. Dalam waktu singkat, semua ini membuat sepeda motor dengan lifestyle-nya yang khas dipandang 'keren', dan tentu saja angka penjualannya jadi meningkat. Kemudian barang-barang seperti stang jepit, tangki fiber, bodi belakang, dan knalpot swept-back menjadi perlengkapan standar bagi rider, dan bagi supplier barang-barang tersebut menjadi bisnis besar.
Setelah booming Youth Culture, tetap belum ada tempat yang benar-benar mereka pakai untuk kongkow sampai mereka menemukan cafe-cafe di tempat perhentian tersebut sangat cocok. Maka kemudian cafe-cafe sepanjang North and South Circular road buka lebih lama untuk mengakomodasi para motoris dan pacarnya ini. Cafe-cafe ini menjadi pusat sosial dari budaya baru ini. Kelompok yang sering datang ke sebuah café akan menjadikannya tempat kongkow permanen. Kadang antar kelompok ini balapan dari satu café ke café lain dengan kecepatan diatas 100 mph (karenanya muncul istilah ‘ton-up’) . Kegiatan tersebut, terlebih dilakukan saat tengah malam ditambah dengan kesan nakal dari jaket kulit, nampaknya memberikan para pemuda ini reputasi buruk di mata Pers Inggris, polisi dan bahkan –lucunya- Industri sepeda motor Inggris. Dan dari itu semua, sebuah Youth Culture baru telah lahir: The Rocker.
Sumber : CafeBiker
Posted by : Plat-KE.online on | Label: cafe racer, otomotif, sejarah | 0 Comments
Gigitan Ular
Gigitan ular sangat berbahaya, karena dapat mematikan bila tidak segera ditangani dengan cepat dan seksama. Sebelum pertolongan datang, sebaiknya lakukan tindakan - tindakan sebagai berikut...
1. Jangan membuat korban merasa panik, karena apabila panik aliran darah akan bergerak kejantung dengan lebih cepat.
2. Baringkan korban dengan posisi meletakkan kaki lebih rendah dari jantung.
3. Tusukkan pisau pada bekas gigitan ular kira - kira 0,5 cm.
4. Keluarkan racun dengan cara menghisapnya.
5. Tutuplah bagian yang luka dengan kain.
Semoga dapat membantu...
Posted by : Plat-KE.online on Sabtu, 05 Juni 2010 | Label: Info tips | 2 Comments
JAWA TERANCAM! -- Press Release
“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk. (Al Qur‘an, surat An-Nahl: 15)
Untuk mengatakan bahwa hidup adalah sebuah pengabdian kepada Sang Pencipta maka hati nurani haruslah dihidupkan. Tempo hari kejahatan itu bersaksi di pengadilan, tapi kini kejahatan itu menentukan hukum. Para penjahat itu kini bukan lagi anak-anak yang nakalnya minta ampun yang memakai dalih cinta untuk dimaafkan. Tetapi sebaliknya, penjahat-penjahat itu adalah orang-orang dewasa yang mempunyai alibi yang sempurna: filsafat yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan –bahkan untuk mengubah pembunuh dan perusak itu menjadi para penentu kebijakan.
Jika konsep pertambangan dan pengerukan sumber daya mineral, penghancuran gunung-gunung dan perbukitan, penghisapan minyak bumi dan gas di Blora ini yang pemerintah katakan adalah untuk kesejahteraan, coba kalian tanyakan kembali dan rasakan: “Kesejahteraan untuk siapa?”
Sebetulnya banyak kasus menunjukkan bahwa perkembangan industri –khususnya pertambangan— justru berdampak pada peningkatan kemiskinan dan kerugian di pihak masyarakat lokal. Industrialisasi merupakan sumber lahirnya kelas-kelas masyarakat miskin yang tak memiliki apapun lagi untuk dijual kecuali tenaganya.
Hilangnya sumber mata air akan berdampak terhadap berkurangnya cadangan air untuk kebutuhan sehari-hari.dan akan mengakibatkan kekeringan di lahan-lahan pertanian. Hilangnya lahan pertanian akan berdampak terhadap hilangnya sumber penghidupan para petani, ancaman pengangguran dan paceklik. Apabila tidak ada lagi keseimbangan alam di wilayah pegunungan dan dataran rendah, dapat dipastikan bencana alam yang lebih besar akan mengancam kita bersama.
Kenyataan telah banyak membuktikan bahwa kegiatan industrialisasi telah banyak menyebabkan kerusakan lingkungan, mulai hilangnya mata air, polusi udara, polusi suara dan berkurangnya vegetasi, degradasi keanekaragaman hayati; serta terkuak pula kebohongan-kebohongan perusahaan yang pada awalnya menjanjikan hal yang sama, yakni kesejahteraan masyarakat dan peningkatan ekonomi namun faktanya menyatakan sebaliknya, yaitu menciptakan kerusakan lingkungan dan kemiskinan global.
Draft dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang saat ini telah dikirim ke Kementerian Dalam Negeri dalam Pasal 82 yang menyebutkan bahwa: “Kawasan Gunung Muria di Pati, Jepara, Kudus dan Pegunungan Kendeng Utara di Kudus, Pati, Grobogan, Blora, Rembang adalah kawasan pertambangan mineral dan batubara. adalah sebuah strategi para kapitalis/ pemodal untuk menghancurkan Jawa. Ini sengaja dibuat untuk nantinya dijadikan sebagai dasar penghancuran dan pembunuhan massal –langsung maupun tidak langsung—masyarakat Jawa yang hidup di wilayah Kendeng dan Muria. RTRW yang jelas-jelas bertentangan dengan PP No. 26 tahun 2008 tentang RTRW Nasional yang menyatakan bahwa kawasan karst masuk dalam areal kawasan lindung ini jika nantinya benar-benar disahkan akan membawa dampak yaitu bencana ekologis dan rusaknya nilai-nilai sejarah Jawa.
Untuk itu dalam peringatan Hari Bumi 22 April 2010 ini kami akan menunjukkan di mana para penjahat yang menggunakan busana tanpa dosa itu, dan untuk selanjutnya bersama dengan individu-individu yang sadar dan seluruh rakyat untuk menolak terjadinya pembunuhan manusia dan alam. Kita bertindak dalam terma-terma zaman kita, di antara orang-orang munafik pecundang yang menjual idealismenya. Kita tak bisa memalingkan wajah untuk lepas tangan pura-pura tak tahu permasalahan. Adalah kewajiban kita –dalam hal apa saja – untuk memberikan jawaban yang pasti pada pertanyaan yang muncul dalam zaman ini.
TOLAK RANPERDA RTRW JAWA TENGAH 2009-2029!
SELAMATKAN PEGUNUNGAN KENDENG UTARA DAN KALI LUSI!
LAWAN KAPITALIS PENGHANCUR ALAM LINGKUNGAN!
SELAMATKAN JAWA DARI KEHANCURAN!
Selebaran informasi rakyat ini dibagikan oleh Forum Kepedulian Lingkungan. Sangat dianjurkan dikopi dan disebarluaskan ke semua orang untuk menjadikan perubahan yang lebih baik bagi setiap orang dan semua bentuk kehidupan. Hamemayu hayuning bawono!
Untuk informasi lebih lanjut:
Contact phone: +6281328775879
Posted by : Plat-KE.online on Selasa, 01 Juni 2010 | Label: celotehan | 0 Comments